FORUM 5 PANCASILA DAN RELASI INTRAAGAMA

Latar Belakang

Perbedaan aliran dan mazhab hingga penafsiran dan praktik intraagama bukanlah masalah sederhana. Perbedaan teologis hingga praksis di dalamnya begitu tajam sehingga acapkali berujung pada pertumpahan darah. Bahkan, kebencian dan kekerasan intraagama cenderung lebih tajam dibanding dengan yang terjadi pada relasi antaragama. Diskriminasi dan konversi lebih galak dilakukan pada relasi intraagama. Kedua sikap tersebut lebih dimotivasi oleh semangat meniadakan dan bukan untuk merayakan keberagaman.

Dalam kehidupan bermasyarakat, Indonesia memiliki Pancasila sebagai falsafah hidup yang menjadi pegangan bagi warganya. Falsafah tersebutlah yang membentuk kepribadian setiap insan di Indonesia, tak terkecuali, sebagai manusia pancasilais. Dengan demikian, nilai dan asas yang terkandung di dalamnya merupakan fondasi dan panduan untuk memecahkan berbagai persoalan publik.

Namun, di dalam kenyataannya, masyarakat merasa ada kesenjangan ketika menghidupi Pancasila sebagai pandangan hidup dari manusia dan doktrin agama sebagai ajaran yang bersumber dari Tuhan. Duduk persoalannya pun beraneka, tetapi sekurangnya—jika boleh diringkas—dapat diidentifikasi menjadi satu hal: kegagapan mengintegrasikan dan mengimplementasikan butir-butir Pancasila dan doktrin agama.

Dalam hal inilah, diskusi mengenai relasi Pancasila dan agama perlu terus-menerus dirawat karena tidak akan pernah mubazir. Sebagaimana diketahui bersama mengenai cakupan topik yang luas maka diskusi ini akan menitikberatkan pada (1) bagaimana Pancasila dapat digunakan sebagai panduan relasi intraagama, serta; (2) bagaimana gerakan Reformed Injili memaknai Pancasila dan relasinya dengan kehidupan intraagama.

Tujuan

Wawasan mengenai implementasi nilai-nilai Pancasila dalam relasi intraagama


Unduh Paparan Putratama Kamuri (35 downloads)
Unduh Paparan Toto Sugiarto (34 downloads)
Wawasan (Instagram)